Kamis, 12 April 2018

Presentasi hasil uji coba rubrik penilaian otentik dengan menggunakan skala Guttmen, thrustone dan semantic different


Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

Dilihat dari bentuk instrument dan pernyataan yang dikembangkan dalam instrument, maka kita mengenal berbagai bentuk skala yang dapat digunakan dalam pengukuran bidang pendidikan, yaitu: skala Likert, skala Guttman, Semantic Differensial, dan skala Thurstone. Berikut akan dijelaskan secara ringkas masing-masing bentuk skala pengukuran dalam penelitian.

1.      Skala Guttman
Skala Guttman dikembangkan oleh Louis Sumber : Guttman. Skala Guttman disebut juga dengan Scalogram atau analisis skala (Scale Analysis). Louis Guttman mengembangkan skala ini untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Likert dan Thurstone. Di samping itu, skala Guttman mempunyai asumsi menurut Babbie (Sukardi, 2011:149) bahwa dasar dari fakta di mana beberapa item di bawah pertimbangan yang harus dibuktikan menjadi petunjuk kuat satu variabel dibanding variabel lainnya.

Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapatkan jawaban yang tegas. diantaranya : ‘ya’ dan ‘tidak’; ‘benar-salah’, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi, kalau pada Skala Likert terdapat 1,2,3,4,5 interval, dari kata ‘sangat setuju’ sampai ‘sangat tidak setuju’, maka pada Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’
Penelitian menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan. Skala ini mempunyai ciri penting, yaitu merupakan skala kumulatif dan mengukur satu dimensi saja dari satu variabel.
Skala Guttman memiliki beberapa ciri penting, yaitu:

·         Skala Guttman merupakan skala komulatif. Jika seseorang responden mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang berbobot lebih berat, maka ia juga akan mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang kurang berbobot lainya.
·         Skala Guttman mengukur satu dimensi saja dari suatu variabel yang multidimensi, sehingga skala ini mempunyai sifat unidimensional.

Tujuan utama pembuatan skala Guttman pada prinsipnya untuk menentukan jika sikap yang diteliti benar-benar mencakup berdimensi tunggal. Sikap dikatakan berdimensi tunggal bila sikap tersebut menghasilkan skala komulatif. Sebagai misal, jika seorang responden yang setuju terhadap item 2, maka ia berarti juga setuju terhadap item 1. Jika seorang responden yang setuju dengan item 3, maka juga ia setuju dengan item 2 dan 1, demikian seterusnya.

Skala Guttman merupakan skala yang digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten. Kata-kata yang digunakan, misalnya: ya – tidak, benar – salah, positif – negatif, yakin – tidak yakin dan sebagainya. Data yang diperoleh berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif pilihan). Pada skala Guttman hanya mempunyai dua skor, misal pada sikap yang mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 1 dan sikap yang tidak mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 0.

Cara membuat skala guttman adalah sebagai berikut:
1.      Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan dengan masalah yang ingin diselidiki.
2.      Lakukan penelitiaan permulaan pada sejumlah sampel dari populasi yang akan diselidiki, sampel yang diselidiki minimal besarnya 50.
3.      Jawaban yang diperoleh dianalisis, dan jawaban yang ekstrim dibuang. Jawaban yang ekstrim adalah jawaban yang disetujui atau tidak disetujui oleh lebih dari 80% responden.
4.      Susunlah jawaban pada tabel Guttman. 
5.      Hitunglah koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas.

Contoh minat dalam pelajaran kimia
1.      Apakah anda menyukai pelajaran kimia?
a.       Ya               b. Tidak
2.      Bagaimana pendapat anda, bila pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual?
a.       Setuju         b. Tidak Setuju


2.      Skala Thurstone
Skala thrustone merupakan teknik formal yang pertama bagi pengukuran suatu sikap yang dikembangkan oleh Louis L. Thurstone pada tahun 1928. Skala thurstone terdiri dari sejumlah pertanyaan dalam hal mana responden ditanya tentang setuju atau tidak setujunya. Dalam skala thrustone penilai memberikan tanda centang (dibawah kolom setuju (agree) atau tidak setuju (disagree) atau dibawah kolom angka yang menggambarkan kontinum, dari yang dianggap paling sesuai dengan pernyataan sampai yang dianggap tidak sesuai dengan pernyataan.
Contoh: Minat dalam pembelajaran kimia
Pernyataan
7
6
5
4
3
2
1
1.    Saya suka belajar kimia
2.    Pelajaran kimia sangat bermanfaat
3.    Saya berusaha hadir setiap ada pelajaran kimia
4.    Pelajaran kimia membosankan
Dan seterusnya…
3.      Skala Semantic Differential
Perbedaan Semantik (Semantic Differential) dikembangkan oleh C.E Osgood, Suci dan Tannenbaum dengan maksud untuk mengukur pengertian suatu obyek atau konsep oleh seseorang. Responden diminta untuk menilai suatu obyek atau konsep, (misalnya: sekolah, guru, pelajaran dan sebagainya). Skala bipolar adalah skala yang berlawanan dan mempunyai tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap obyek atau konsep tersebut. Menurut Iskandar (2000:154) tiga dimensi yang dimaksud, yaitu:

1.Potensi, yaitu kekuatan atau atraksi fisik suatu obyek.
2.Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan suatu obyek.
3.Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan suatu obyek

Sifat dari tiga dimensi tersebut, misalnya sebagai berikut ini.


Dalam penelitian, skala perbedaan semantik (Semantic Differential) dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pandangan seseorang terhadap suatu obyek atau konsep apakah sama atau berbeda. Obyek atau konsep dapat menjangkau banyak masalah, seperti: masalah politik, pendidikan, sekolah seseorang dan sebagainya. Suatu contoh dari alat ukur yang digunakan untuk menilai sekolah menurut Kerlinger (Nazir, 2009:344) sebagai berikut.


Huruf dalam tanda kurung menyatakan: A (Aktivitas), E (Evaluasi) dan P (Potensi). Penempatan sifat bipolar tidak boleh monoton, dari baik ke buruk, tetapi kadangkala dibalik seperti ditandai oleh *. Hal ini dilakukan agar dapat menghindari tendensi bias dari responden.

Langkah-langkah dalam menyusun skala perbedaan semantik (semantic differensial) menurut Nazir (2009:345) sebagai berikut ini.
1.      Tentukan obyek atau konsep yang diukur.
2.      Pilih sifat bipolar yang relevan dengan masalah yang diteliti.
3.      Untuk mencari sifat bipolar yang sesuai dengan obyek atau konsep yang diinginkan, maka terlebih dahulu perlu dicari jawaban dari dua kelompok yang berbeda secara empiris.

Contoh : Penilaian pelajaran kimia
Menyenangkan  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Membosankan
Sulit                   !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Mudah
Bermanfaat        !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Sia-Sia
Menantang         !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Menjemukan

PERMASALAHAN:
Dalam penilaian otentik ada 3 ranah penilaian, diantaranya yaitu : ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Teknik penilaian dan Instrumen yang digunakan dalam menilai ketiga ranah tersebut berbeda-beda,  misalnya pada ranah afektif terdiri dari observasi, self assesment, peer assesment dan jurnal.
Yang ingin saya tanyakan, pada ranah apakah kita bisa menggunakan skala semantic different dan pada instrumen yang mana? Jelaskan dengan contoh!

11 komentar:

  1. kala Diferensial Semantik merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub) seperti panas-dingin, Tidak ramah-Ramah, dan sebagainya, yang tersusun pada satu garis kotinom dimana jawabang yang sangat positif berada diposisi paling kanan dan jawaban yang sangat negatif pada posisi aling kiri, atau sebaliknya.

    CONTOH:
    Beri Nilai Gaya Kepemimpinan Anda
    Bersahabat 5 4 3 2 1 Tidak bersahabat
    Tepat Janji 5 4 3 2 1 Lupa Janji
    Bersaudara 5 4 3 2 1 Memusuhi
    Memberi Pujian 5 4 3 2 1 Mencela
    Mempercayai 5 4 3 2 1 Mendominasi
    Responden dapat memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap pemimpin itu sangat positif, sedangkan bila memberi angka 1, maka persepsi pemimpinnya sangat negative

    BalasHapus
  2. Diferensial Semantik merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub) seperti panas-dingin, Tidak ramah-Ramah, dan sebagainya, yang tersusun pada satu garis kotinom dimana jawabang yang sangat positif berada diposisi paling kanan dan jawaban yang sangat negatif pada posisi aling kiri, atau sebaliknya.
    CONTOH:
    Beri Nilai Gaya Kepemimpinan Anda
    Bersahabat 5 4 3 2 1 Tidak bersahabat
    Tepat Janji 5 4 3 2 1 Lupa Janji
    Bersaudara 5 4 3 2 1 Memusuhi
    Memberi Pujian 5 4 3 2 1 Mencela
    Mempercayai 5 4 3 2 1 Mendominasi
    Responden dapat memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap pemimpin itu sangat positif, sedangkan bila memberi angka 1, maka persepsi pemimpinnya sangat negative

    BalasHapus
  3. menurut saya Diferensial Semantik merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub) seperti panas-dingin, Tidak ramah-Ramah, dan sebagainya, yang tersusun pada satu garis kotinom dimana jawabang yang sangat positif berada diposisi paling kanan dan jawaban yang sangat negatif pada posisi aling kiri, atau sebaliknya.
    CONTOH:
    Beri Nilai Gaya Kepemimpinan Anda
    Bersahabat 5 4 3 2 1 Tidak bersahabat
    Tepat Janji 5 4 3 2 1 Lupa Janji
    Bersaudara 5 4 3 2 1 Memusuhi
    Memberi Pujian 5 4 3 2 1 Mencela
    Mempercayai 5 4 3 2 1 Mendominasi
    Responden dapat memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap pemimpin itu sangat positif, sedangkan bila memberi angka 1, maka persepsi pemimpinnya sangat negative

    BalasHapus
  4. Skala sumantik diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
    Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
    CONTOH:
    Beri Nilai Gaya Kepemimpinan Anda
    Bersahabat 5 4 3 2 1 Tidak bersahabat
    Tepat Janji 5 4 3 2 1 Lupa Janji
    Bersaudara 5 4 3 2 1 Memusuhi
    Memberi Pujian 5 4 3 2 1 Mencela
    Mempercayai 5 4 3 2 1 Mendominasi
    Responden dapat memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap pemimpin itu sangat positif, sedangkan bila memberi angka 1, maka persepsi pemimpinnya sangat negative

    BalasHapus
  5. Penilaian sikap cocok menggunakan skala semantik deffrent. Contoh : Pengunaan Skala Diferensial Semantik mengenai gaya kepemimpinan Ketua BEM suatu universitas

    Cerdas 7 6 5 4 3 2 1 Bodoh
    Demokrasi 7 6 5 4 3 2 1 Otoriter
    Tidak Ramah 7 6 5 4 3 2 1 Ramah
    dan pertanyaan-pertanyaan lainnya….
    Pada contoh diatas, responden memberika tanda (x) pada nilai yang sesuai dengan persepsinya mengenai gaya kepemimpinan ketua BEM tersebut. Skala Diferensial Semantik digunakan untuk memberikan penilaian terhadap suatu konsep atau objek tertentu, misalnya kinerja pegawai, gaya kepemipinan, penilaian suatu pelajaran dan sebagainya.

    BalasHapus
  6. menurut saya skala semantik differensial dapat digunakan untuk menilai sikap. misalnya ketika kita ingin meminta pendapat responden mengenai suatu hal , misalnya gaya kepemimpinan kepala sekolah. dimana ada skalanya ada 1-7, skala 7 paling bagus dan skala 1 paling tidak bagus. sehingga dalam menilai dengan semantik differensial dapat dilihat respon dari angka tersebut.

    BalasHapus
  7. Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
    Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
    Contoh : Penggunaan skala Semantik Diferensial mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah.
    Demokrasi 7 6 5 4 3 2 1 Otoriter
    Bertanggung Jawab 7 6 5 4 3 2 1 Tidak Bertanggung Jawab
    Memberi Kepercayaan 7 6 5 4 3 2 1 Mendominasi
    Menghargai Bawahan 7 6 5 4 3 2 1 Tidak Menghargai Bawahan
    Keputusan Diambil Bersama 7 6 5 4 3 2 1 Keputusan Diambil Sendiri

    BalasHapus
  8. Semantic Deferensial
    Bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang di peroleh adalah daya interval, dan biasanya skala ini di gunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang di punyai oleh seseorang.

    BalasHapus
  9. Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap dan lainnya, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum. Sebagai contoh skala semantik defferensial mengukur gaya kepemimpinan seorang pimpinan (pimpinan).
    Gaya Kepemimpinan

    Demokrasi 7 6 5 4 3 2 1 Otoriter

    Bertanggung jawab 7 6 5 4 3 2 1 Tidak ber-tanggung jawab

    Memberi Kepercayaan 7 6 5 4 3 2 1 Mendomi-nasi

    Menghargai bawahan 7 6 5 4 3 2 1 Tidak menghargai bawahan

    Keputusan diambil bersama 7 6 5 4 3 2 1 Keputusan diambil sendiri

    Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawabannya sangat positifnya terletak dikanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak dibagian kiri garis atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval dan baisanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.

    BalasHapus
  10. menurut saya skala semantik differensial dapat digunakan untuk menilai sikap. misalnya ketika kita ingin meminta pendapat responden mengenai suatu hal , misalnya gaya kepemimpinan kepala sekolah. dimana ada skalanya ada 1-7, skala 7 paling bagus dan skala 1 paling tidak bagus. sehingga dalam menilai dengan semantik differensial dapat dilihat respon dari angka tersebut.

    BalasHapus
  11. Menurut saya penilaian skala semantik differensial bisa saja digunakan untuk menilai sikap. misalnya kita meminta responden (guru) untuk menilai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Dengan rentang skala yang ada 1-5, skala 5 paling bagus dan skala 1 paling tidak bagus.

    BalasHapus

Presentasi hasil uji coba rubrik penilaian otentik dengan menggunakan skala Guttmen, thrustone dan semantic different

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, ...