Kamis, 22 Maret 2018

PENILAIAN KEMAMPUAN DASAR LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA


Penilaian kinerja (performance assessment) secara sederhana dapat dinyatakan sebagai penilaian terhadap kemampuan dan sikap siswa yang ditunjukkan melalui suatu perbuatan. Menurut para ahli penilaian kinerja merupakan penilaian terhadap perolehan, penerapan pengetahuan dan keterampilan yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses maupun produk. Penilaian tersebut mengacu pada standar tertentu.
           Standar diperlukan dalam penilaian kinerja untuk mengidentifikasi secara jelas apa yang seharusnya siswa ketahui dan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan. Standar tersebut dikenal dengan istilah rubrik. Rubrik dapat dinyatakan sebagai panduan pemberian skor yang menunjukkan sejumlah kriteria performance pada proses atau hasil yang diharapkan. Rubrik terdiri atas gradasi mutu kinerja siswa mulai dari kinerja yang paling buruk hingga kinerja yang paling baik disertai dengan skor untuk setiap gradasi mutu tersebut. Dengan mengacu pada rubrik inilah guru memberikan nilai terhadap kinerja siswa.
Penilaian kinerja dapat menilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Penilaian kinerja memungkinkan siswa menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa terdapat perbedaan antara “mengetahui bagaimana melakukan sesuatu”‘ dengan mampu secara nyata melakukan hal tersebut”. Seorang siswa yang mengetahui cara menggunakan mikroskop, belum tentu dapat mengoperasikan mikroskop tersebut dengan baik. Tujuan sekolah pada hakekatnya adalah membekali siswa dengan kemampuan nyata (the real world situation). Dengan demikian penilaian kinerja sangat penting artinya untuk memantau ketercapaian tujuan tersebut.
Penilaian kinerja dapat menilai proses dan produk pembelajaran. Pada pembelajaran kimia, penilaian kinerja lebih menekankan proses apabila dibandingkan dengan hasil. Penilaian proses secara langsung tentu lebih baik karena dapat memantau kemampuan siswa secara otentik. Namun seringkali penilaian proses secara langsung tersebut tidak dimungkinkan karena pengerjaan tugas siswa memerlukan waktu lama sehingga siswa harus mengerjakannya di luar jam pelajaran sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, penilaian terhadap proses dan usaha siswa dapat dilakukan terhadap produk. Misalnya untuk menilai kemampuan siswa membuat koloid maka guru kimia dapat melihat hasil produk koloid siswa. Melalui produk tersebut dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tahapan pembuatan koloid dan usahanya. Usaha dan kemajuan belajar mendapatkan penghargaan dalam penilaian kinerja. Hal tersebut menyebabkan penilaian kinerja memiliki keunggulan untuk pembelajaran kimia bila dibandingkan dengan tes tradisional yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar.

Terdapat 5 aspek yang dinilai, yaitu:
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
Dapat dinilai dengan cara observasi menggunakan skala beda semantik
contoh:
sangat kompeten                    tidak kompeten
3          2          1         0        1         2          3

2. Perhitungan
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan. Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
          teliti                                  tidak teliti
3          2          1         0        1         2          3

3. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
Penilaian dengan menggunakan skala sebagai berikut
lengkap                                  tidak lengkap
3          2          1         0        1         2          3

4. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
tepat                                      tidak tepat
3          2          1         0        1         2          3

5. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan  beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
Penilaian menggunakan skala sebagai berikut
relevan                                   tidak relevan
3          2          1         0        1         2          3

PERTANYAAN :
jika pada suatu sekolah, alat dan bahan yang tersedia di laboratorium sangat terbatas, sedangkan  jumlah siswa atau kelompok yang melakukan praktikum banyak, sehingga ada beberapa kelompok atau siswa yang tidak bekerja, karna tidak kebagian alat dan bahan. Bagaimana cara guru agar penilaian kinerja di laboratorium ini merata pada setiap siswa atau kelompok?

9 komentar:

  1. menurut saya kelompok yang tidak kebagian alat dan bahan pada saat praktikum maka kelompok itu dipecahkan lagi. dan masuk ke kelompok yang mempunya alat dan bahan yang lengkap. seumpamanya dalam satu kelompok itu sudah terlalu banyak maka guru harus mencari metode praktikum yang lain contuknya praktikumnya diganti dengan menggunakan alat dan bahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari makan semua kelompok bisa menyediakan alat dan bahan sendiri.

    BalasHapus
  2. memang tidak semua sekolah memiliki alat dan bahan praktikum dilaboratorium yang memadai. Untuk itu maka kelompok yang ada juga disesuaikan dengan jumlah alat dan bahan yang ada. Sehingga semua kelompok akan dapat melakukan praktikum. Namun jika masalah lainnya adalah bagaimana dengan siswa di dalam kelompok yang tidak bekerja karna keterbatasan alat,semua siswa dalam kelompok akan dapat bekerja karna prosedur kerja dalam 1 x praktikum banyak. Siswa dapat secara bergiliran melakukan praktikum. Bukan artinya melakukan praktikum berulang-ulang atau membagi-bagi begitu saja praktuikum kepada anggota kelompok. namun bisa melakukan praktikum dari beberapa siswa,dan siswa lain mencatan yang artinya siswa yang mencatat tersebut ikut serta dn paham akan praktikum dan pada prosedur selanjutnya,dilakukan bergilir dengan siswa lainnya. Sehingga siswa dapat berkerja semua dan mendapat pemahaman yang sama karna walau bergiliran mereka tetap terlibat dengan percobaan yang sama.

    BalasHapus
  3. Menurut saya disini guru harus bekerja sangat ekstra. Maka guru harus bisa mencari ide agar semua peserta didik bisa melakukan praktikum. Solusi jika bahan dan alat tidak mencukupi ya bagilah kelompok itu sesuai alat dan bahan yang ada. Namun jika terlalu kebanyakan peserta didik dalam kelompok maka alangkah lebih baik guru mendemonstrasikan didepan kelas saja dan siswa akan bersama -sama mengamati dalam setiap kelompoknya. Selanjutnya peserta didik dalam kelompok akan berdiskusi mengenai hasil demonstrasi guru didepan kelas. Atau bisa juga guru menggunakan multimedia interaktif berupa virtual lab.

    BalasHapus
  4. Menurut saya jika alat dan bahan terbatas ketersediaan di laboratorium kimia maka praktikum dpt dilakukan secara bergiliran, atau dpt jg dg meminimalkan penggunaan bahan kimia agar cukup untuk semua kelompok praktikum. Jika sgt sulit praktikum per kelompok maka guru dapat melakukan demonstrasi di depan kelas. Apabila multimedia memadai dpt dg virtual laboratorium dan video pembelajaran praktikum Kimia.

    BalasHapus
  5. Menurut saya jika pada suatu sekolah, alat dan bahan yang tersedia di laboratorium sangat terbatas, sedangkan jumlah siswa atau kelompok yang melakukan praktikum banyak maka dapat dilakukan praktikum secara bergiliran dan guru harus bisa mencari metode agar seluruh siswa dapat melakukan percobaan yang sama. Jika memang tidak bisa dilakukan praktikum secara bergiliran karena keterbatasan waktu mungkin maka guru juga dapat melakukan demonstrasi didepan kelas dengan menggunakan virtual lab. Dengan begitu penilaian kinerja dapat merata ke semua siswa.

    BalasHapus
  6. Menurut saya jika pada suatu sekolah, alat dan bahan yang tersedia di laboratorium sangat terbatas, sedangkan jumlah siswa atau kelompok yang melakukan praktikum banyak, sehingga akan berakibat beberapa kelompok atau siswa yang tidak bekerja dan tidak kebagian alat dan bahan, maka cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan praktikum secara bergiliran atau demonstrasi praktikum sehingga penilaian kinerja di laboratorium dapat dilakukan.

    BalasHapus
  7. Menurut saya jika alat dan bahan terbatas ketersediaan di laboratorium kimia maka praktikum dpt Dilakukan secara bergiliran atau bila keadaan siswa yang memiliki kelompok yg terlalu banyak maka guru cukup melakukan demonstrasi didepan kelas. Apabila multimedia memadai dpt dg virtual laboratorium.

    BalasHapus
  8. disekolah , peralatan laboratorium sangat terbatas. sehingga itu pentingnya pembagian tugas kelompok , sehingga masing2 siswa dapat mengerjakan part-nya masing2. untuk melengkapi pemahamannya siswa juga melihat dan berinteraksi dengan teman kelompoknya. sekarang juga sudah zaman teknologi sudah maju, virtual lab juga dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan alat dan bahan dilaboratorium. atau dengan inisiatif sendiri pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan. pembelajaran berbasis lingkungan.

    BalasHapus
  9. menurut saya dalam pembagian kelompok guru juga harus menyesuaikan dengan ketersediaan alat dan bahan untuk praktikum. sehingga semua siswa dapat melaksanakan praktikum, namun jika dirasakan guru jumlah siswa dan ketersediaan fasilitas praktikum tidak dapat sebanding seperti terlalu banyak jumlah siswa dibandingkan fasilitas, sehingga untuk mencapai keterampilan praktikum tidak optimal. maka guru dapat mengantisipasinya dengan menggunakan multimedia laboratorium virtual.

    BalasHapus

Presentasi hasil uji coba rubrik penilaian otentik dengan menggunakan skala Guttmen, thrustone dan semantic different

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, ...